Cukup membingungkan. Ketika aku yakin masih
terluka, seseorang datang dengan meyakinkan. Dia bahkan cukup berani untuk
memintaku kepada orang tuaku. Sulit.
Sungguh sulit yakin kepada siapapun. Percaya memang sesuatu yang mahal untukku
sekarang. Semua perkataan yang datang dari siapapun rasanya hanya indah di
dengar, tapi tak begitu indah dirasa. Rasanya seperti main-main. Bercanda.
Bukan sungguh-sungguh. Aku memang membangun benteng yang menurutku cukup kokoh,
tapi aku tak menutup pintunya. Aku hanya membangunnya untuk waspada. Ya, aku
membuka hati kepada siapapun. Semua kesempatan untuk siapapun sama. Dan jika,
Dia, benar bersungguh-sungguh, I’ll try
to make it last, karena sudah bukan saatnya bermain-main lagi.
“Jika memang
dia yang datang dalam ikhtiarku, dekatkanlah, Ya Allah.”
Amin.
0 komentar